Enrekang, news.unimen.ac.id — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Enrekang melantik pengurus 21 Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Enrekang di Aula Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN), Ahad, 2 Agustus 2026.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus upaya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat cabang. Ratusan pengurus dan tamu undangan menyaksikan prosesi pelantikan.

Ketua Panitia, Yusran Sahodding dalam laporannya mengatakan pelantikan merupakan langkah memperluas gerakan dakwah Muhammadiyah melalui penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Menurut dia, kepengurusan baru diharapkan mampu melahirkan kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan serta mampu menjalankan program perkaderan secara berkelanjutan.

“Kami berharap pimpinan cabang yang baru dapat bergerak sejalan dengan semangat Pemuda Muhammadiyah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul melalui proses perkaderan,” ujarnya.

Kader Pemuda Muhammadiyah harus bertumpu pada tiga nilai utama, yakni ihsan, ilmu, dan amal. Nilai tersebut perlu diwujudkan melalui budaya kerja yang produktif serta kolaboratif dalam menjalankan organisasi, lanjut Yusran.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PDPM Enrekang, Dr. Rahmat, meminta seluruh pimpinan cabang yang baru dilantik segera menyusun agenda organisasi, terutama pelaksanaan Baitul Arqam sebagai program dasar pembinaan kader.

“Kekuatan organisasi ditentukan oleh sejauh mana para pimpinan mampu menghidupkan organisasinya. Karena itu, setelah pelantikan ini, Baitul Arqam harus segera dilaksanakan agar aktivitas organisasi langsung berjalan,” kata Rahmat.

Pesan serupa disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang diwakili Dr. Umaruddin. Ia menilai pelantikan bukanlah akhir dari proses organisasi, melainkan awal untuk memperkuat gerakan keumatan di kalangan generasi muda.

“Tujuan utama Pemuda Muhammadiyah adalah menghimpun, membina, dan menggerakkan potensi pemuda Islam agar menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa. Karena itu, Baitul Arqam harus menjadi prioritas sebagai ruang pembinaan ideologi, kepemimpinan, keislaman, dan Kemuhammadiyahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan para pengurus agar segera menyatukan gagasan dan menyusun program kerja yang berdampak bagi masyarakat. Kehadiran Pemuda Muhammadiyah di tingkat cabang, harus mampu menjadi teladan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kepemudaan di lingkungan masing-masing.

Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Enrekang, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Enrekang, perwakilan Polres Enrekang, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Enrekang, serta pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *